Fakta Keamanan Stevia Menurut Organisasi Kesehatan Dunia

Isu kesehatan seputar pemanis mudah menyebar, termasuk kabar bahwa “stevia dilarang WHO”. Apakah benar? Artikel ini merangkum fakta keamanan stevia menurut organisasi kesehatan dan lembaga keamanan pangan, apa arti batas asupan harian (ADI), dan apakah stevia aman dikonsumsi setiap hari. Tujuannya agar Anda bisa memutuskan berdasarkan informasi, bukan rumor.

Jawaban Singkat

Stevia dalam bentuk steviol glikosida murni dinilai aman oleh lembaga keamanan pangan internasional. JECFA (komite ahli FAO/WHO) dan EFSA menetapkan batas asupan harian 4 mg steviol per kg berat badan, Uni Eropa menyetujuinya sebagai E 960, dan FDA tidak keberatan atas status GRAS steviol glikosida kemurnian tinggi. WHO tidak melarang stevia; pedoman WHO 2023 hanya menyarankan pemanis non-gula tidak dipakai sebagai alat utama menurunkan berat badan.

Siapa Saja yang Menilai Keamanan Stevia?

  • JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) — komite ahli gabungan FAO dan WHO yang menilai keamanan bahan tambahan pangan untuk acuan Codex.
  • EFSA (European Food Safety Authority) — otoritas keamanan pangan Uni Eropa.
  • Komisi Eropa — yang menerbitkan regulasi persetujuan bahan tambahan pangan.
  • FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat.
  • Otoritas nasional, termasuk BPOM di Indonesia, yang mengatur bahan tambahan pangan yang boleh beredar.

Ringkasan Posisi Lembaga

Lembaga Posisi terhadap steviol glikosida
JECFA (FAO/WHO) Menetapkan ADI 4 mg steviol/kg berat badan/hari
EFSA Menilai aman, ADI 4 mg steviol/kg berat badan/hari (2010)
Uni Eropa Disetujui sebagai bahan tambahan pangan E 960 (Regulasi 1131/2011)
FDA (AS) Tidak keberatan atas status GRAS steviol glikosida kemurnian tinggi; daun utuh dan ekstrak kasar tidak termasuk
WHO pedoman 2023 Menyarankan pemanis non-gula tidak dipakai sebagai alat utama mengontrol berat badan; bukan larangan

Apa Itu ADI dan Bagaimana Menghitungnya?

ADI (Acceptable Daily Intake) adalah jumlah suatu zat yang dapat dikonsumsi setiap hari seumur hidup tanpa risiko kesehatan yang berarti. ADI ditetapkan dengan faktor keamanan yang besar dari dosis yang tidak menimbulkan efek pada penelitian.

Berat badan ADI steviol per hari
20 kg (anak) 80 mg
50 kg 200 mg
60 kg 240 mg
80 kg 320 mg

Penggunaan beberapa tetes stevia cair di beberapa gelas minuman per hari berada jauh di bawah angka tersebut. Melewati ADI sesekali juga tidak otomatis berbahaya, karena ADI dirancang untuk paparan jangka panjang dengan margin aman yang lebar.

Benarkah “Stevia Dilarang WHO”?

Tidak benar. Pada Mei 2023, WHO menerbitkan pedoman tentang pemanis non-gula (termasuk aspartam, sukralosa, sakarin, dan stevia) yang menyarankan agar pemanis tersebut tidak digunakan sebagai cara untuk mengontrol berat badan atau mengurangi risiko penyakit tidak menular. Rekomendasi ini bersifat kondisional dan berdasarkan bukti bahwa manfaat jangka panjang untuk penurunan berat badan kecil.

Pedoman ini bukan pernyataan bahwa stevia beracun atau dilarang, dan tidak mengubah status keamanan yang ditetapkan JECFA. Pesan WHO adalah: kurangi rasa manis secara keseluruhan dan jangan bergantung pada pemanis untuk menurunkan berat badan. Pedoman ini juga tidak ditujukan untuk penyandang diabetes yang sudah ada.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

  • Aftertaste pahit jika takaran berlebihan.
  • Kembung atau diare ringan, biasanya dari campuran gula alkohol di produk stevia, bukan dari steviol glikosida itu sendiri.
  • Reaksi alergi sangat jarang, terutama pada orang yang alergi tanaman keluarga Asteraceae.

Penjelasan lebih rinci ada di efek samping stevia.

Bagaimana dengan Daun Stevia Utuh?

Evaluasi JECFA dan EFSA berlaku untuk steviol glikosida yang dimurnikan. Daun utuh dan ekstrak kasar tidak terstandar sehingga tidak termasuk dalam evaluasi tersebut, dan di beberapa negara tidak diizinkan sebagai bahan tambahan pangan. Sebagai teh herbal dalam jumlah wajar umumnya dikonsumsi secara tradisional, tetapi ibu hamil sebaiknya menghindari daun utuh dan ekstrak kasar. Lihat stevia untuk ibu hamil dan anak.

Apakah Stevia Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Untuk orang dewasa sehat, penggunaan stevia murni setiap hari dalam takaran wajar sesuai dengan batas aman yang ditetapkan lembaga internasional. Bagi penyandang diabetes, stevia tidak menaikkan gula darah; studi Anton dkk. (2010) bahkan mencatat gula darah dan insulin setelah makan lebih rendah dibanding gula. Tetap konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki penyakit ginjal, hati, tekanan darah rendah, atau sedang minum obat tertentu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah stevia aman dikonsumsi setiap hari?

Ya untuk stevia murni dalam takaran wajar, sesuai ADI 4 mg/kg berat badan.

Apakah stevia menyebabkan kanker?

Evaluasi lembaga keamanan pangan tidak menemukan bukti steviol glikosida bersifat karsinogenik pada tingkat asupan yang diizinkan.

Apakah stevia aman untuk anak?

Steviol glikosida murni aman dalam batas ADI, tetapi anak sebaiknya tidak dibiasakan dengan rasa sangat manis, dan bayi tidak memerlukan pemanis.

Apakah stevia diizinkan di Indonesia?

Steviol glikosida termasuk pemanis yang diatur sebagai bahan tambahan pangan. Pastikan produk yang Anda beli memiliki izin edar resmi.

Mengapa kabar “stevia berbahaya” sering muncul di media sosial?

Biasanya karena judul berita yang diringkas berlebihan, misalnya pedoman WHO 2023 tentang pemanis non-gula yang disebut sebagai “larangan”, atau hasil penelitian pada hewan dengan dosis sangat tinggi yang disalahartikan. Cara aman menyikapinya adalah memeriksa sumber resmi seperti WHO, EFSA, atau otoritas pangan nasional, serta membaca isi penelitian, bukan hanya judulnya.

Apakah stevia memengaruhi bakteri baik di usus?

Steviol glikosida memang diuraikan oleh bakteri usus besar. Penelitian tentang pengaruh pemanis non-gula terhadap mikrobiota usus masih berkembang dan hasilnya belum konsisten. Hingga kini, lembaga keamanan pangan belum mengubah status keamanan stevia berdasarkan temuan tersebut.

Apakah stevia berinteraksi dengan obat?

Pada takaran untuk pemanis minuman, interaksi yang berarti tidak umum dilaporkan. Namun jika Anda memakai obat penurun tekanan darah atau penurun gula darah dan berencana mengonsumsi produk stevia dalam jumlah besar atau suplemen ekstrak stevia, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

Bagaimana cara memastikan produk stevia yang saya beli aman?

Pilih produk dengan komposisi jelas, mencantumkan steviol glikosida atau ekstrak daun stevia, memiliki izin edar resmi, dan disimpan sesuai petunjuk label. Hindari produk tanpa label atau tanpa informasi produsen.

Kesimpulan

Lembaga keamanan pangan internasional menilai steviol glikosida aman dengan batas asupan harian 4 mg/kg berat badan, dan stevia disetujui di Uni Eropa serta banyak negara lain. Isu “stevia dilarang WHO” adalah salah paham terhadap pedoman 2023 yang hanya menyarankan pemanis tidak diandalkan untuk menurunkan berat badan. Gunakan stevia murni secukupnya sebagai pengganti gula. Dasar-dasarnya ada di gula stevia adalah.

Ingin stevia cair dengan komposisi jelas untuk pemakaian harian? Stevia cair Gula Stevia 15 ml, Rp59.000 per botol.

Pesan via WhatsApp Lihat pilihan paket

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran dokter atau ahli gizi, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi medis atau sedang menjalani pengobatan.

Sumber Rujukan

  1. EFSA (2010). EFSA evaluates the safety of steviol glycosides (ADI 4 mg/kg berat badan/hari)
  2. Regulasi Komisi Eropa (EU) No 1131/2011 tentang steviol glikosida (E 960)
  3. WHO (2023). Pedoman penggunaan pemanis non-gula
  4. Anton SD dkk. (2010). Effects of stevia, aspartame, and sucrose on food intake, satiety, and postprandial glucose and insulin levels. Appetite 55(1):37–43

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pesan via WhatsApp