Stevia adalah salah satu pemanis yang paling banyak diteliti di dunia. Berikut ringkasan beberapa kajian dan penelitian penting yang menjadi dasar penggunaan stevia sebagai pemanis.
Keamanan & Regulasi
- JECFA (FAO/WHO), 2008 – Komite ahli bahan tambahan pangan FAO/WHO menetapkan Asupan Harian yang Dapat Diterima (ADI) steviol glikosida sebesar 0–4 mg/kg berat badan per hari (dinyatakan sebagai steviol).
- EFSA, 2010 – Scientific Opinion on the safety of steviol glycosides for the proposed uses as a food additive. Otoritas Keamanan Pangan Eropa menyimpulkan steviol glikosida aman dengan ADI 4 mg/kg berat badan per hari.
- U.S. FDA (sejak 2008) – Steviol glikosida dengan kemurnian tinggi telah menerima status GRAS (Generally Recognized as Safe) melalui sejumlah notifikasi GRAS.
- BPOM RI – Steviol glikosida termasuk pemanis yang diizinkan dalam regulasi Bahan Tambahan Pangan di Indonesia.
Gula Darah & Nafsu Makan
- Gregersen S, dkk. (2004). Antihyperglycemic effects of stevioside in type 2 diabetic subjects. Metabolism. Penelitian pada penderita diabetes tipe 2 yang menunjukkan penurunan kadar glukosa setelah makan dengan pemberian stevioside.
- Anton SD, dkk. (2010). Effects of stevia, aspartame, and sucrose on food intake, satiety, and postprandial glucose and insulin levels. Appetite. Preload stevia menghasilkan kadar glukosa dan insulin setelah makan yang lebih rendah dibanding sukrosa, tanpa membuat peserta makan berlebih.
Ulasan Umum
- Ashwell M. (2015). Stevia, Nature’s Zero-Calorie Sustainable Sweetener: A New Player in the Fight Against Obesity. Nutrition Today. Ulasan tentang sejarah, keamanan, dan peran stevia dalam mengurangi asupan gula.
Catatan
Ringkasan di atas disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai klaim pengobatan. Untuk kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Baca juga Stevia & Kesehatan dan FAQ.