“Kok bisa manis tapi nol kalori? Sebenarnya pemanis stevia terbuat dari apa?” Pertanyaan ini wajar, apalagi di tengah banyaknya pemanis buatan di pasaran. Jawaban singkatnya: dari daun tanaman. Namun produk stevia yang Anda beli bisa berisi bahan tambahan lain, dan itu penting untuk diketahui, terutama bagi penyandang diabetes atau pelaku diet keto. Mari bahas dari tanamannya sampai label kemasan.
Jawaban Singkat
Pemanis stevia terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana, semak asal Amerika Selatan. Rasa manisnya berasal dari senyawa steviol glikosida, terutama stevioside dan rebaudioside A, yang diekstrak dengan air lalu dimurnikan. Produk stevia di pasaran bisa berupa ekstrak murni yang dilarutkan (cair) atau dicampur bahan pengisi seperti erythritol, dekstrosa, atau maltodekstrin (bubuk).
Tanaman Stevia rebaudiana
Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana Bertoni, semak kecil dari keluarga Asteraceae (satu keluarga dengan bunga krisan dan matahari). Tanaman ini berasal dari wilayah Paraguay dan Brasil, tempat masyarakat setempat sudah lama memakai daunnya untuk memaniskan minuman tradisional seperti teh mate. Kini stevia dibudidayakan di banyak negara, termasuk Indonesia, karena bisa tumbuh di iklim hangat dengan sinar matahari cukup.
Daun stevia segar sudah terasa manis saat dikunyah. Daun yang dikeringkan dan dihaluskan memiliki rasa manis lebih kuat, kira-kira puluhan kali gula, bersama rasa khas daun yang agak pahit.
Zat Manis Utama: Steviol Glikosida
Rasa manis stevia berasal dari kelompok senyawa yang disebut steviol glikosida. Ada beberapa jenis, di antaranya:
- Stevioside — paling banyak di daun, manis tetapi cenderung meninggalkan rasa pahit.
- Rebaudioside A (Reb A) — sangat manis dengan rasa lebih bersih, paling umum di produk komersial.
- Rebaudioside D dan M — jumlahnya sedikit di daun, rasanya paling mirip gula, kini juga diproduksi untuk produk premium.
Steviol glikosida dalam bentuk murni 200–300 kali lebih manis dari gula pasir. Tubuh tidak mencernanya menjadi energi: senyawa ini melewati usus halus, diuraikan bakteri usus besar menjadi steviol, diserap, lalu dibuang terutama melalui urine. Karena itu stevia praktis nol kalori dan tidak menaikkan gula darah.
Dari Daun Menjadi Pemanis
Secara ringkas, daun dipanen, dikeringkan, diekstrak dengan air, disaring, dimurnikan, lalu dikeringkan menjadi serbuk putih steviol glikosida. Standar internasional, seperti Regulasi Uni Eropa 1131/2011 yang mengatur steviol glikosida sebagai E 960, mensyaratkan kemurnian tinggi. Penjelasan tahap demi tahap ada di proses pembuatan stevia cair.
Apa Saja Isi Produk Stevia di Pasaran?
Karena steviol glikosida murni sangat manis, jumlahnya terlalu sedikit untuk ditakar dengan sendok. Produsen biasanya mencampurnya dengan bahan lain agar mudah dipakai.
| Bentuk produk | Bahan umum | Catatan |
|---|---|---|
| Stevia cair | Steviol glikosida + air, kadang gliserin/pengawet | Paling sedikit bahan pengisi, nol karbohidrat |
| Bubuk sachet | Steviol glikosida + dekstrosa/maltodekstrin/erythritol | Dekstrosa & maltodekstrin mengandung karbohidrat |
| Bubuk 1:1 untuk kue | Steviol glikosida + erythritol/inulin | Volume mirip gula |
| Tablet | Steviol glikosida + pengisi + pengikat | Praktis dibawa |
| Daun kering | Daun utuh | Untuk teh; kadar manis tidak seragam |
Cara Membaca Label Produk Stevia
- Lihat urutan komposisi. Bahan pertama adalah yang paling banyak. Jika dekstrosa atau maltodekstrin di urutan pertama, sebagian besar isi kemasan adalah karbohidrat.
- Cari nama steviol glikosida, ekstrak daun stevia, atau Reb A.
- Perhatikan pemanis campuran seperti sukralosa atau aspartam yang kadang ditambahkan.
- Cek informasi nilai gizi. Stevia cair murni seharusnya hampir 0 kkal dan 0 g karbohidrat per takaran saji.
- Cek izin edar dan logo halal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Apakah Stevia Termasuk Pemanis Alami atau Buatan?
Stevia sering disebut pemanis alami karena sumbernya tanaman. Namun produk akhirnya melalui proses ekstraksi dan pemurnian, sama seperti gula pasir yang juga melalui proses dari tebu. Yang membedakannya dengan pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa adalah asal bahan bakunya, bukan ada atau tidaknya proses. Perbandingan dengan pemanis lain ada di stevia vs pemanis lain.
Seberapa Aman?
EFSA mengevaluasi steviol glikosida dan menetapkan batas asupan harian 4 mg steviol per kg berat badan. Penggunaan sehari-hari untuk minuman berada jauh di bawah batas itu. Daun utuh dan ekstrak kasar tidak termasuk dalam evaluasi tersebut karena komposisinya tidak terstandar. Lihat efek samping stevia untuk penjelasan lengkap.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Gula stevia dari apa?
Dari ekstrak daun Stevia rebaudiana yang mengandung steviol glikosida. Produk bubuk biasanya juga mengandung bahan pengisi.
Apakah stevia mengandung gula?
Steviol glikosida bukan gula dan tidak menaikkan gula darah. Namun produk bubuk tertentu bisa mengandung dekstrosa, yaitu sejenis gula.
Apakah stevia sama dengan daun stevia?
Produk stevia dibuat dari daun, tetapi sudah dimurnikan. Daun stevia utuh rasanya lebih “herbal” dan kadar manisnya bervariasi.
Kenapa ada stevia yang rasanya pahit?
Kandungan stevioside yang tinggi, pemurnian kurang sempurna, atau takaran berlebihan dapat menimbulkan rasa pahit.
Bisakah stevia ditanam di Indonesia?
Bisa, terutama di dataran sedang hingga tinggi yang sejuk dan cukup sinar matahari. Lihat cara menanam stevia di pot.
Apa perbedaan stevia dengan gula tebu dari segi bahan baku?
Gula tebu diambil dari batang tanaman tebu yang diperas, dimurnikan, lalu dikristalkan menjadi sukrosa. Stevia diambil dari daun tanaman Stevia rebaudiana yang diekstrak untuk mendapatkan steviol glikosida. Keduanya berasal dari tanaman, tetapi zat manisnya berbeda total: sukrosa adalah karbohidrat berkalori, sedangkan steviol glikosida tidak dicerna menjadi energi.
Apakah stevia mengandung vitamin atau mineral?
Daun stevia utuh mengandung sedikit mineral dan senyawa antioksidan seperti pada daun lain, tetapi produk stevia murni dipakai dalam jumlah sangat kecil sehingga tidak berperan sebagai sumber gizi. Fungsinya murni sebagai pemanis.
Apakah ada stevia yang dibuat secara sintetis?
Selain ekstraksi dari daun, sebagian produsen kini membuat rebaudioside tertentu melalui proses fermentasi atau konversi enzimatis agar rasanya lebih mirip gula. Produk seperti ini tetap harus memenuhi standar keamanan pangan, dan informasinya biasanya tercantum di label.
Mengapa stevia cair biasanya lebih “murni” dibanding bubuk sachet?
Stevia cair cukup melarutkan steviol glikosida dalam air sehingga tidak butuh bahan pengisi. Bubuk sachet perlu bahan pengisi agar takarannya setara satu sendok teh gula, dan bahan pengisi itulah yang kadang mengandung karbohidrat.
Kesimpulan
Pemanis stevia terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana, dengan rasa manis dari steviol glikosida yang 200–300 kali lebih manis dari gula dan praktis nol kalori. Produk di pasaran bisa berupa ekstrak murni dalam bentuk cair atau dicampur bahan pengisi dalam bentuk bubuk. Bacalah label untuk memastikan komposisinya sesuai kebutuhan Anda, terutama jika Anda menghindari karbohidrat. Pelajari dasar-dasarnya di gula stevia adalah.
Ingin stevia cair dengan komposisi yang jelas? Stevia cair Gula Stevia 15 ml, Rp59.000 per botol.
Tinggalkan Balasan